Dalam suatu aktivitas biasanya kita bakal ngalamin yang namanya "kejenuhan" begitu juga dalam suatu hubungan.
Jenuh, bukan hal yang tidak mungkin kita tidak merasakan hal itu dalam suatu aktivitas kita, atau kegiatan kita bahkan dalam hubungan kita. Bagaimana tidak mungkin terjadi kejenuhan didalam suatu hubungan, selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun percakapan atau interaksi nya mungkin gitugitu aja.
Mungkin jenuh untuk waktu yang sebentar gak masalah, wajar jika manusia mengalami kejenuhan namun bagaimana kalau jenuh itu datang dan tak pergi lagi? Titik jenuh itu datang, dan kita merasakan hubungan ini ga ada bedanya dari pertama, atau bahkan lebih buruk seperti lebih sering bertengkar. Bertengkar dalam suatu hubungan sih wajarwajar saja, tapi kalau keseringan? bukannya sangat membosankan?
Dan ketika titik jenuh itu benarbenar sudah memuakan, mungkin berpisah adalah jalan terbaik. Bukan kita yang tidak mecoba mempertahankan dan lebih memilih memutuskan tapi kita yang lebih bersikap dewasa dan tidak mementingkan ego sendiri. Titik jenuh itu tidak mungkin datang dengan sendirinya, mungkin saja dia juga sudah bosan dan akhirnya titik jenuh itu datang.
Ketika titik jenuh mulai datang, cobalah bersikap lebih dewasa untuk menyikapinya.
Jenuh, bukan hal yang tidak mungkin kita tidak merasakan hal itu dalam suatu aktivitas kita, atau kegiatan kita bahkan dalam hubungan kita. Bagaimana tidak mungkin terjadi kejenuhan didalam suatu hubungan, selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun percakapan atau interaksi nya mungkin gitugitu aja.
Mungkin jenuh untuk waktu yang sebentar gak masalah, wajar jika manusia mengalami kejenuhan namun bagaimana kalau jenuh itu datang dan tak pergi lagi? Titik jenuh itu datang, dan kita merasakan hubungan ini ga ada bedanya dari pertama, atau bahkan lebih buruk seperti lebih sering bertengkar. Bertengkar dalam suatu hubungan sih wajarwajar saja, tapi kalau keseringan? bukannya sangat membosankan?
Dan ketika titik jenuh itu benarbenar sudah memuakan, mungkin berpisah adalah jalan terbaik. Bukan kita yang tidak mecoba mempertahankan dan lebih memilih memutuskan tapi kita yang lebih bersikap dewasa dan tidak mementingkan ego sendiri. Titik jenuh itu tidak mungkin datang dengan sendirinya, mungkin saja dia juga sudah bosan dan akhirnya titik jenuh itu datang.
Ketika titik jenuh mulai datang, cobalah bersikap lebih dewasa untuk menyikapinya.