Kamis, 08 Agustus 2013

Life..

Hidup, satu kata ini pasti sangat familiar sekali. Bagaimana tidak, kita didunia ini saja hidup dan mempunyai kehidupan.

Dalam kehidupan manusia tipis sekali kemungkinan, untuk tidak membuat kesalahan dan kesalahan yang paling sering dilakukan biasanya adalah "membicarakan" orang lain. Yap, membicarakan orang lain apalagi membicarakan 'kehidupan' orang lain. Kadang suka risih sama orang yang 'hobby' nya membicarakan kehidupan orang lain tapi kadang suka mikir juga kita pasti 'pernah' seperti dia.

Jadi sebelum kita, marah terhadap orang itu kita juga harus intropeksi diri. kita pasti juga pernah seperti itu, lalu kenapa orang itu membicarakan kita pasti juga ada alasannya bukan? Always be positive thinking. Jika orang itu membicarakan kita, lihat betapa pentingnya kita bagi dia hingga dia "sempat" membicarakan hidup kita. Jadi jangan buang-buang waktumu untuk "membicarakan" orang yang "membicarakan" kehidupanmu.

Selasa, 06 Agustus 2013

Berilah Kesempatan

Ada yang bilang; "Kesempatan itu tidak akan datang 2 kali", ada yang percaya adayang tidak dan saya termasuk yang tidak percaya. Kesempatan selalu datang berkali-kali tergantung kita menyadarinya atau tidak.

Kesempatan... jika seseorang melakukan kesalahan lalu dia minta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi, kita harus memaafkan dia; kenapa? mengapa kamu tidak mau memaafkan dia, Allah saja yang sempurna mau memaafkan hambanya. Lalu bagaimana jika kita sudah memaafkan orang itu, lalu orang itu kembali melakukan kesalahannya untuk 'kedua' kalinya? apa yang akan kamu rasakan? sakit? pasti. kecewa? tentu. marah? mungkin. Tapi seseorang itu kembali minta maaf, dan kembali 'berjanji' untuk tidak mengulanginya lagi. Disini pasti kalian akan dilema, kenapa? manusia yang dipegang adalah 'janjinya' kan? lalu jika manusia itu sudah mengingkari janjinya, apalagi yang harus dipercaya?
Tapi percayalah, jika seseorang itu memang tulus dalam janjinya ini dia tidak akan mengingkarinya lagi. Berilah kesempatan lagi untuk dia, Allah saja selalu memberi kesempatan kepada hambanya. Namun bagaimana jika dia kembali seperti itu? Allah itu adil, kamu tak perlu membalas dia atau apapun, kembali maafkan dia; tapi pasti Allah yang akan membalas dia.

Ketulusan akan membuahkan hasil :-)

Hati, kalo sudah bicara hati satu kata yaitu "perasaan" pasti ikut berkecambung dalam situ. Banyak yang bilang "kalo mau ngelakuin sesuatu, hati kita harus tulus" yap, tulus.

Apakah dalam jatuh cinta juga seperti itu? Kita harus mencintai seseorang dengan tulus? jawabannya adalah "Ya" bagaimana mungkin, kita mencintai seseorang dengan hati yang terpaksa? bukankah itu sama saja seperti 'menyiksa' diri kita sendiri? Tapi, bagaimana kalau ketulusan hati kita ini dibalas dengan pengkhianatan? sebuah cinta yang tulus dibalas dengan pengkhianatan? mungkin kedengarannya memang sedikit kejam, seseorang sudah rela mengorbankan waktu, pikiran, apapun demi cintanya; namun cintanya itu mengkhianati dia. Lalu apakah arti ketulusan cinta ini disini? kenapa niat baik ini harus dihancurkan oleh hal sekejam itu. Lalu kenapa juga, akhirnya yang tulus mencintailah yang mengalah? mengapa harus yang tak salah yang mengalah? tapi percayalah, jika kamu tulus mengalah kamu akan mendapatkan kebaikan; Allah punya rencana lebih baik :-) karna "Ketulusan akan membuahkan hasil".